food labeling di japan

Ada beberapa orang yang selalu dengan teliti mengecek label makanan yang tertera di balik kemasan makanan. Ada juga tipikal orang yang asalkan kemasan menarik dan terlihat enak, langsung saja comot menuju keranjang belanjaan. Nah, anda tipikal yang mana ?

Berbicara masalah label dan kemasan makanan, setiap negara memiliki kebijakan tersendiri. Dan di artikel kali ini akan dibahas mengenai food labeling di negara matahari terbit alias Jepang.

Usut diusut, food labeling system di Jepang berlandaskan 3 dasar peraturan sesuai Food Sanitation Act, JAS (Japanese Agricultural Standard) , dan juga Health Promotion Act yang secara keseluruhan bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat kepada konsumen mengenai komposisi , nutrisi, dan kualitas suatu makanan sehingga bahaya kesehatan dapat dicegah. Sesuai peraturan-peraturan tersebut, hal-hal yang menjadi poin penting dalam food labeling di Jepang yaitu :

  1. Nama produk
  2. Komposisi
  3. Berat
  4. Country/place of origin produk
  5. Tanggal kadaluarsa
  6. Instruksi cara penyimpanan
  7. GMO
  8. Nama produsen
  9. Informasi allergen
  10. Informasi food additives

Hampir sama bukan dengan peraturan food labeling di Indonesia ? Yuk kita perhatikan lebih rinci melalui contoh kemasan cokelat di bawah ini.

Informasi label, sumber: chocoxchoco.blog.jp/archives/18843271.html

Penjelasan Food Labeling pada kemasan produk

Pertama, bagian nomor 1 adalah informasi gizi dari produk, dan pada umumnya berisi informasi jumlah energi, karbohidrat,protein, lemak, dan kandungan mineral, dan juga vitamin yang terkandung di dalam produk.

Bagian nomor 2 berisi informasi utama dari produk yaitu nama produk, diikuti ingredient produk yang biasanya dicantumkan juga mengenai emulsifier yang digunakan, apakah terbuat dari hewan atau nabati, kemudian kuantitas per kemasan, cara penyimpanan, dan yang terakhir informasi perusahaan yang memproduksi.

Selanjutnya, bagian nomor 3 berisi informasi alergen yang terkandung di dalam produk. Perlu anda ketahui bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang sangat concern terhadap masalah food allergyjadi untuk masalah pelabelan kemasan makanan sangat diperhatikan. Di bagian ini, bukan hanya informasi alergen yang dilampirkan, tetapi juga informasi mengenai kandungan bahan produk lain yang diproduksi bersamaan di line yang sama.

Bagian nomor 4, sudah pasti mudah ditebak karena bertuliskan angka. Yup, informasi mengenai expired date. Diawali dengan tahun, bulan, kemudian hari, dan juga dicantumkan kode produksi.

Terakhir, bagian nomor 5 merupakan himbauan kepada konsumen, misalnya produk harus segera dikonsumsi setelah dibuka, atau juga cara membuang kemasan setelah selesai dikonsumsi.

Untuk tambahan, informasi lain yang dicantumkan dalam kemasan adalah barcode, jenis plastik atau kertas package yang digunakan, harga, dan juga kandungan yang ingin ditonjolkan dari produk misalnya adanya kandungan kolagen atau bakteri asam laktat.

Jadi, setelah menarik kesimpulan dari food labeling ala Jepang , mana informasi yang perlu ditambahkan ke kemasan makanan di Indonesia? atau sudah cukup informasi untuk negara kita? Tulis pendapat kamu di bawah.

1 COMMENT