Kondisi-Kondisi Ini Dapat Pengaruhi Sifat Madu

1
290
jenis-jenis-madu

panganpedia –  Madu merupakan salah satu produk pangan yang banyak memberikan manfaat. Ternyata, jenis madu dapat dibedakan dari berbagai segi, lho. Berikut adalah jenis-jenis madu yang yang perlu Anda ketahui.

Madu dapat berasal dari satu jenis bunga (uniflora) dan berbagai jenis bunga (multiflora) tergantung dari jenis spesies lebah, keragaman botani suatu wilayah, kondisi geografis dan manajemen peternak lebah khusus untuk lebah yang diternakkan.

Beberapa jenis madu uniflora yang kita kenal yaitu madu kelengkeng, madu randu, memiliki sifat yang berbeda dengan madu multiflora (madu hutan), hal ini yang membuat madu memiliki beragam citarasa dan sifat lain yang menjadi faktor unik madu.

Beberapa sifat madu yang dapat diindera manusia adalah warna, rasa, aroma, dan kekentalan atau viskositas. Warna madu dipengaruhi oleh jenis bunga dan kondisi iklim tempat koloni lebah bersarang. Semakin tinggi suhu rata rata di sekitar sarang lebah, semakin gelap warna madu. Aroma dan rasa ditentukan oleh jenis bunga tempat lebah mencari makan, tapi untuk rasa asam (keasaman) dipengaruhi juga oleh jenis lebah dan kondisi iklim.

Kekentalan ditentukan oleh kelembaban udara tempat koloni lebah bersarang. Semakin kering maka semakin pekat dan kekentalan madu semakin tinggi. Disamping itu juga dipengaruhi jenis lebah dan jenis bunga, ada madu yang encer seperti sirup namun ada pula yang pekat dan mudah mengkristal. Penulis juga pernah menjumpai madu yang apabila didiamkan seperti Gel, namun apabila diaduk sifatnya seperti cairan kental, yaitu madu manuka dari Australia dan Selandia Baru. Faktor ini juga yang menjadi salah satu penciri madu manuka yang asli atau UMF (Unique Manuka Factor).

Madu dari lebah madu (apis) yang berkualitas tinggi memiliki kadar air dibawah 19% dan nilai Aw (aktivitas air) dibawah 0,6. Secara harafiah, ini berarti madu ini tidak mungkin busuk/turun kualitasnya apabila disimpan dengan cara yang baik.

Namun begitu, di daerah dimana kelembaban udara tinggi seperti Indonesia, terkadang pada musim hujan kadar air madu ini tidak dapat mencapai dibawah 23%. Disamping itu madu dari lebah tidak bersengat (contoh: tawon klanceng, Trigona) juga tidak mengalami “pemekatan lanjutan” seperti yang dilakukan lebah madu sehingga pada umumnya kadar airnya jauh lebih tinggi dari madu dari lebah madu. Untuk madu dengan kadar air seperti ini, masih mungkin terjadi pembusukan setelah pemanenan dan penyimpanan. Oleh karena itu, biasanya dilakukan proses pasteurisasi untuk meningkatkan umur simpan madu sebelum dikomersialkan.

 

(*) pic taken from honeyfanatic.com

Leave a Reply