4 Penelitian Ini Buktikan Manfaat Teh terhadap Obesitas

0
87
teh

panganpedia -Minum teh di pagi hari tentu sudah jadi rutinitas di keluarga Anda. Meski terlihat sederhana, ternyata kebiasaan minum teh bisa mengurangi kegemukan atau biasa disebut obesitas. Tapi, bagaimana bisa?

Pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Kaisar Cina, teh kini menjadi salah satu minuman favorit penduduk di seluruh dunia. Ya, khasiatnya sebagai penenang tidak bisa diremehkan. Namun, ada satu lagi manfaat teh yang tidak banyak orang tahu. Beberapa penelitian di bawah ini membuktikan bahwa teh punya kontribusi mengurangi obesitas.

Teh hijau

Teh hijau adalah teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi. Teh jenis ini menjadi minuman favorit penduduk Asia Timur. Menurut penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan, teh hijau dapat menurunkan berat badan pada tikus gemuk pun menekan kadar kolesterol dan glukosa darah pada tikus gemuk.

Teh oolong

Teh oolong adalah teh yang diperoleh melalui proses semi fermentasi. Pada penelitian yang juga menggunakan tikus percobaan, teh oolong terbukti dapat menurunkan berat badan tikus yang diberi makanan tinggi lemak dan dapat menurunkan aktivitas enzim lipase. Teh oolong juga dapat menekan peningkatan berat jaringan adiposa yang merupakan tempat penyimpanan lemak.

Teh hitam

Teh hitam banyak dikonsumsi oleh mayoritas orang Indonesia. Teh ini diperoleh melalui fermentasi penuh, sehingga memberi aroma paling kuat dan warna yang lebih gelap.

Tikus percobaan yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan teh hitam selama 8 minggu, berat badannya akan menurun di akhir percobaan. Ini disebabkan karena teh hitam ternyata mampu menahan penyerapan trigliserida pada tubuh. Tak hanya itu saja, penelitian juga membuktikan bahwa teh hitam juga menurunkan penyerapan karbohidrat.

Mengapa Teh Dapat Mengurangi Obesitas?

Komponen pada teh yang berkontribusi terhadap anti-obesitas adalah katekin. Katekin ini terdiri dari 4 jenis yaitu epicatechin (EC), epigallocatechin (EGC), epicatechin gallate (ECG) dan epigallocatechin gallate (EGCG). Teh hitam memiliki jumlah senyawa katekin yang lebih rendah dibanding teh oolong maupun teh hijau.

Jadi, siap minum teh hari ini ? 🙂