Mengenal Sejarah dan Proses Pembuatan Wine

0
19
Asal usul wine

Siapa yang tidak suka menikmati secangkir anggur yang lezat? Wine telah menjadi salah satu minuman favorit manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Dari sejarahnya yang kaya hingga proses pembuatannya yang rumit, wine adalah topik menarik yang patut dijelajahi. Dalam artikel ini, kita akan menyelami dunia wine dan mengenal lebih dekat minuman ini.

Sejarah dan Asal-Usul Wine

Wine mempunyai sejarah yang panjang dan kaya. Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa produksi wine telah dimulai sejak 6000 SM di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Georgia dan Iran. Dalam catatan sejarah, wine juga sering disebutkan dalam banyak kisah dan legenda dari berbagai peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Romawi.

-iklan inline ya-

Dalam dunia wine, buah anggur adalah bahan dasar yang paling umum digunakan. Proses pembuatan wine dimulai dengan pemilihan buah anggur yang matang dengan kadar gula yang tepat. Buah anggur ini kemudian dihancurkan dan difermentasi untuk menghasilkan minuman yang mengandung alkohol.

Proses Pembuatan Wine

Proses pembuatan wine melibatkan beberapa tahap yang rumit. Tahap pertama adalah pemilihan buah anggur yang tepat. Buah anggur yang digunakan harus memiliki kadar gula yang cukup tinggi, biasanya sekitar 18% atau lebih, dan tingkat keasaman yang tepat. Selama proses pematangan di kebun anggur, buah anggur dapat terinfeksi oleh jamur, khamir, dan bakteri. Infeksi ini umumnya merusak rasa dan warna yang diinginkan dan menghasilkan asam asetat yang tidak diinginkan. Namun, infeksi buah anggur putih dengan jamur yang disebut Bortrytis cinerea sangat menguntungkan. Infeksi buah anggur putih ini menghasilkan konsentrasi jus dalam buah anggur dan memberikan aroma khas pada wine yang dihasilkan.

Langkah kedua dalam proses pembuatan wine adalah fermentasi buah anggur dengan beragam khamir dan bakteri asam laktat. Buah anggur dapat difermentasi dengan menambahkan khamir anggur yang dipilih untuk mengalahkan khamir yang berasal dari kebun anggur (permukaan buah anggur, daun, dan batang) dan lingkungan tempat pembuatan wine (tangki, tong, selang). Penambahan kultur khamir yang dipilih memastikan fermentasi yang lengkap tanpa kehilangan aroma dan menghasilkan wine dengan kualitas rasa yang konsisten. Suhu fermentasi dan karakteristik khamir yang dipilih menentukan jumlah dan jenis aroma yang dihasilkan. Pada fermentasi spontan, berbagai khamir tumbuh pada tahap-tahap fermentasi yang berbeda. Oleh karena itu, seorang pembuat wine harus dengan hati-hati mengawasi fermentasi spontan untuk mengurangi risiko kerusakan oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan. Fermentasi spontan yang berhasil dapat menghasilkan wine yang sangat kaya rasa dengan berbagai sifat sensorik, seperti aroma dan kekentalan yang berasal dari rasa jus.

Setelah fermentasi oleh khamir, tahap berikutnya adalah fermentasi kedua oleh bakteri asam laktat, yang disebut fermentasi malolaktik. Selama proses ini, bakteri asam laktat mengubah asam malat menjadi asam laktat dan karbon dioksida (CO2), yang mengakibatkan penurunan keasaman wine. Aktivitas metabolisme bakteri juga mengubah rasa buah pada wine dan mencampurkan beberapa senyawa rasa. Suhu, pH, dan ketersediaan sumber energi lainnya mempengaruhi tingkat penggunaan asam malat.

Setelah fermentasi, wine disaring dan kemudian distabilkan. Rasa wine dapat terus berubah saat wine disimpan dalam tong kayu, tangki stainless steel, dan botol kaca. Pada tahap ini, berbagai khamir dan bakteri mungkin ada dalam wine, sehingga rasa wine dapat dimodifikasi lebih lanjut. Khamir ini umumnya dianggap sebagai khamir pembusukan. Bergantung pada jenis mikroorganisme dan tingkat pertumbuhannya, rasa buah yang diinginkan dapat digantikan oleh bau dan rasa yang tidak sedap. Wine dapat diperam dalam jangka waktu singkat maupun lama.

Mengenal Ragam Wine

Wine memiliki berbagai jenis yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik dan cita rasa yang unik. Berikut adalah beberapa jenis wine yang paling populer:

1. Merah

Wine merah adalah jenis wine yang paling umum dan populer. Wine merah dibuat dari buah anggur merah yang difermentasi bersama kulit dan bijinya. Proses ini menghasilkan warna merah yang khas pada wine merah. Wine merah memiliki berbagai rasa dan aroma, mulai dari yang lembut dan ringan hingga yang kuat dan tajam.

2. Putih

Wine putih dibuat dari buah anggur putih atau anggur merah yang difermentasi tanpa kulit dan bijinya. Wine putih biasanya memiliki rasa yang lebih ringan dan segar dibandingkan dengan wine merah. Wine putih juga dapat memiliki ragam aroma dan rasa, mulai dari yang bunga dan buah hingga yang mineral dan rempah.

3. Rose

Wine rose, atau yang juga dikenal sebagai wine merah muda, adalah jenis wine yang memiliki warna merah muda yang cantik. Wine rose dibuat dengan membiarkan kulit buah anggur merah bersentuhan dengan jus untuk waktu yang singkat selama fermentasi. Proses ini menghasilkan warna merah muda yang khas pada wine rose. Wine rose memiliki rasa yang segar dan lembut, sehingga sangat cocok untuk dinikmati dalam cuaca yang hangat.

4. Sparkling

Wine sparkling, atau yang lebih dikenal dengan champagne, adalah jenis wine yang memiliki gelembung effervescent atau karbonasi. Proses pembuatan wine sparkling melibatkan fermentasi sekunder yang terjadi di dalam botol yang tertutup. Wine sparkling memiliki rasa yang segar dan lembut, serta efek gelembung yang menyenangkan.

Menikmati Wine dengan Bijak

Meskipun wine adalah minuman yang nikmat, penting untuk menikmatinya dengan bijak. Berikut adalah beberapa tips untuk menikmati wine dengan bijak:

  1. Nikmati dengan porsi yang moderat: Wine sebaiknya dinikmati dalam jumlah yang moderat. Batasi konsumsi wine maksimal 1-2 gelas per hari.
  2. Kombinasikan dengan makanan: Wine dapat menjadi teman yang sempurna untuk hidangan makananmu. Cobalah mencocokkan wine dengan makanan yang sesuai, seperti daging merah dengan wine merah atau hidangan laut dengan wine putih.
  3. Eksplorasi dan berkreasi: Coba berbagai jenis wine dan eksplorasi rasa dan aroma yang berbeda. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan berkreasi dengan wine favoritmu.
  4. Simpan dengan benar: Simpan wine di tempat yang tepat, seperti rak anggur yang terhindar dari sinar matahari langsung dan suhu yang stabil. Wine yang disimpan dengan benar akan tetap enak dan berkualitas untuk waktu yang lebih lama.
  5. Jangan mengemudi setelah minum wine: Ingatlah untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi wine atau minuman beralkohol lainnya. Selalu prioritaskan keselamatanmu dan orang lain dengan tidak mengemudi dalam keadaan mabuk.

Wine adalah minuman yang memiliki sejarah panjang dan proses pembuatan yang rumit. Dari buah anggur yang matang hingga fermentasi oleh khamir dan bakteri, wine adalah hasil dari kerja keras dan ketelitian. Dengan berbagai jenis dan rasa yang berbeda, wine selalu menawarkan pengalaman yang unik dan memikat bagi para penikmatnya. Tetapi, ingatlah untuk menikmati wine dengan bijak dan bertanggung jawab. Nikmati kelezatannya dalam porsi yang moderat dan selalu prioritaskan keselamatanmu dan orang lain. Selamat menikmati wine dengan cerdas dan penuh kenikmatan!

 

Referensi: Food-Info

Tinggalkan komentar