Panganpedia – Makan malam udah pake pizza, masih nambah roti, plus sejam kemudian makan nasi. Meski sudah makan ini itu, tapi kalo belum makan nasi ya belum makan. Orang Indonesia banget kan? Tapi tahukah kamu, ternyata mengkonsumsi nasi putih dalam jangka panjang bisa beresiko diabetes, lho! Hah? Mana mungkin? Yuk simak faktanya berikut ini.

Berapa Banyak Penderita Diabetes Saat Ini?

Prevalensi diabetes tipe di dunia semakin meningkat dengan cepat. Pada tahun 2030 diperkirakan diabetes mellitus menempati urutan ke-7 penyebab kematian dunia. Sedangkan untuk di Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM (diabetisi) sebanyak 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang. Lebih dari 60 persen pengidap diabetes tidak sadar kalau terkena diabetes. Sebagian besar datang ke dokter dalam kondisi sudah komplikasi.

Diabetes Melitus terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama DM yang disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan life style atau gaya hidup. Secara umum, hampir 80 % prevalensi diabetes melitus adalah DM tipe 2. Ini berarti gaya hidup/lifestyle yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi DM.

Nasi Putih Penyebab Diabetes

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nutrition Departement, Harvard School of Public Health, konsumsi nasi putih yang tinggi berasosiasi dengan peningkatan resiko diabetes tipe 2 secara signifikan, terutama di populasi Asia (Cina dan Jepang) dibandingkan di Barat yang memiliki konsumsi nasi putih yang lebih rendah. Konsumsi nasi putih di Cina mencapai 4 porsi (625 g) per hari sedangkan di Amerika Serikat konsumsi nasi putih kurang dari 5 porsi per minggu.  Peningkatan konsumsi nasi putih per porsi per hari diasosiasikan dengan peningkatan resiko diabetes sebesar 11%.

Pada populasi di Asia, nasi putih merupakan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu mereka masih mengkonsumsi pastry, roti putih dan gula sehingga asupan gula sederhana sehari-hari pun tinggi. Seperti yang kita ketahui, diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Pola makan yang selalu mengkonsumsi nasi putih sedari kecil diduga menyebabkan produksi insulin menurun di kemudian hari sehingga menyebabkan diabetes.

Namun demikian ada perbedaan jenis nasi putih yang dikonsumsi di setiap kawasan di Asia. Diabetes berhubungan erat dengan indeks glikemik, dimana indeks glikemik nasi putih berkisar antara 40-100, sedangkan makanan yang menyebabkan peningkatan gula darah adalah makanan yang memiliki indeks glikemik di atas 55. Perbedaan ini dapat disebabkan karena perbedaan jenis nasi putih, cara memasak dan bahan lain yang ditambahkan misalnya minyak. Nasi putih panas memiliki indeks glikemik lebih tinggi dibandingkan nasi putih dingin dan nasi uduk.

Jadi, saran saya sih jika tidak bisa menghindari nasi putih, lebih baik mengkonsumsi nasi putih dingin dan jangan lupa sayur dan buahnya. Kandungan serat yang tinggi pada sayur dan buah dapat menstabilkan gula darah dengan baik. So, jangan lupa jaga kesehatan dengan menjaga pola konsumsi ya! 🙂

 

 

Leave a Reply