Panganpedia – Pasien keempat meninggal setelah mengkonsumsi melon yang terkontaminasi oleh Listeria, demikian keterangan dari pihak otoritas Australia melalui Channel News Asia (7/3), dalam kejadian luar biasa (KLB) Listeria di negeri kangguru tersebut. Dengan demikian, hal ini menambah deretan panjang korban Listeria di Australia yang sudah mencapai 17 orang.

Berita mengenai rockmelon yang menyebabkan KLB Listeria di Australia sudah dikonfirmasi oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan menerbitkan surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang menutup rockmelon asal Australia ke Indonesia, demikian dilansir dari Kompas (8/3).

Sedangkan, Kepala Badan Karantina Banuri Harpini memberi pernyataan tertulis bahwa rockmelon Australia belum pernah ada yang masuk ke Indonesia. Karenanya, masyarakat tidak perlu khawatir karena melon yang beredar di pasaran saat ini adalah murni buah lokal dari Indonesia.

Nah, kali ini Panganpedia akan membahas tentang apa itu Listeria, dan mengapa ia bisa menyebar ke rockmelon dan sampai menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB atau outbreak) di Aussie.

Apa Itu Listeria?

Pembahasan mengenai Listeria secara singkat sudah dibahas pada artikel ini. Listeria monocytogenes adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Bakteri ini tidak menimbulkan bahaya bagi sebagian besar orang, hanya saja bisa menjadi sangat berbahaya bagi lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menurut kabar yang beredar, 10 korban yang dilaporkan adalah orang-orang yang berusia diatas 70 tahun.

Author: Dr. Balasubr Swaminathan, Peggy Hayes, USCDCP

Kejadian Luar Biasa (KLB) Listeriosis umum terjadi karena konsumsi susu segar, salad, sayuran yang tidak dicuci, buah potong, dan salad buah.

Mengapa Listeria Bisa Menyebar?

Listeria banyak ditemukan di tanah, air dan vegetasi, dan dapat dibawa oleh hewan piaraan dan binatang liar. Sayuran atau buah dapat terkontaminasi dimanapun di sepanjang rantai produksi pangan: penanaman, pemanenan, pengemasan, pendistribusian, persiapan dan penyajian.

Di ladang perkebunan, sumber kontaminasi bisa termasuk air irigasi dan tanah. Listeria bisa bertahan hingga 84 hari di beberapa tipe tanah.

Hujan lebat pada tanaman dapat memicu listeria berpindah dari tanah ke permukaan atau kulit sayuran, dimana kasus inilah yang terjadi pada rockmelon. Rockmelon adalah jenis buah yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah.

Kontaminasi Listeria juga dapat terjadi di restoran dan dapur rumah. Menariknya, Listeria monocytogenes adalah bakteri yang sangat kuat. Bakteri ini dapat bertahan pada suhu dingin dan mudah beradaptasi di lingkungan asam, misalnya dalam lambung.

Seperti Apa Gejalanya?

Mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri Listeria tidak serta merta akan membuat Anda sakit. Listeria monocytogenes dapat bertahan di dalam tubuh dan “ngendon” untuk waktu yang lama. Inilah yang menyebabkan mengapa ada masa inkubasi yang panjang antara konsumsi bahan pangan ber-“listeria” dan mulainya penyakit. Masa inkubasi ini bisa mencapai 70 hari, namun umumnya adalah tiga minggu.

Gejala listeriosis dimulai seperti gejala-gejala flu, misalnya menggigil, demam, sakit kepala, dan nyeri sendi. Pada kasus yang parah, gejala bisa termasuk pingsan dan syok, terutama bila terjadi sepsis (infeksi serius dalam darah, red.) atau meningitis (inflamasi membran di otak). Jika infeksi telah menyebar ke sistem saraf pusat, gejala yang lebih mengkhawatirkan akan terjadi, seperti sakit kepala, leher kaku, bingung, kejang dan orang tersebut bisa mengalami koma. Dalam kasus tersebut, tingkat kematian setinggi 30%.

Pada wanita hamil, bakteri Listeria diduga melewati lapisan pembuluh darah ibu dan masuk sirkulasi janin plasenta. Infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian pasca lahir, dan infeksi bayi baru lahir.

Bila infeksi memang terjadi pada kehamilan, penggunaan antibiotik dini seringkali dapat mencegah infeksi pada janin atau bayi baru lahir. Tetapi bahkan dengan perawatan yang sangat cepat, infeksi bisa mematikan pada kelompok berisiko tinggi.

Alasan mengapa listeriosis umumnya hanya menyasar kelompok tertentu, misalnya ibu hamil dan lansia, diduga karena bakteri ini menyerang sistem imun yang lemah.

Menemukan Sumber Masalah

Siklus hidup Listeria yang panjang membuatnya sulit untuk men-tracking darimana sumber penyakit ini berasal. Selain mudah mengontaminasi berbagai varietas bahan pangan, Listeria juga mempunyai masa hidup yang panjang, juga masa inkubasi yang lama.

Beruntung, pada kasus Kejadian Luar Biasa di Australia, 10 korban mengkonsumsi rockmelon sesaat sebelum mereka sakit, sehingga Dinas Kesehatan setempat dapat cepat “menunjuk” sumber Listeria yang ternyata didapat dari perkebunan di distrik Riverina, New South Wales.

Sayangnya, tidak semua kasus bisa di-tracking semudah kasus di Australia. Sebelumnya, Afrika Selatan juga pernah mengalami kejadian serupa, bahkan diklaim sebagai KLB yang terburuk dalam sejarah, dengan jumlah korban tewas 172 orang. Namun, sampai sekarang sumber permasalahan tersebut tidak ditemukan.

Leave a Reply