Sejarah Teh: Cerita Asal Usul Minuman yang Menghangatkan

0
10
sejarah teh

Hai teman-teman! Apakah kalian suka minum teh? Teh memang menjadi minuman yang sangat populer di seluruh dunia. Tapi tahukah kalian bagaimana sejarah teh dimulai? Aku akan membawa kalian dalam perjalanan yang menyenangkan untuk mengetahui asal-usul minuman yang menghangatkan ini. Jadi, siap-siap untuk terkejut dan tertawa, karena ini akan menjadi artikel yang mengasyikkan!

Legenda Pertama: Penemuan Teh oleh Kaisar Shen Nung

Mari kita mulai dengan legenda pertama mengenai penemuan teh. Legenda ini berasal dari Tiongkok, negara yang menjadi asal-usul teh. Konon pada zaman dahulu kala, ada seorang Kaisar bernama Shen Nung. Pada suatu hari, Kaisar Shen Nung sedang memasak air yang mendidih untuk diminum. Tiba-tiba, beberapa daun teh dari pohon di atasnya terbawa angin dan masuk ke dalam panci tersebut. Kaisar yang penasaran memutuskan untuk mencicipi minuman yang aneh ini. Dia kaget karena ternyata minuman itu enak dan menyegarkan! Dari sinilah, teh mulai dikenal dan dikonsumsi oleh orang Tiongkok.

-iklan inline ya-

Legenda Kedua: Penemuan Teh oleh Biksu Bodhidharma

Tidak hanya Tiongkok yang memiliki legenda mengenai penemuan teh. India juga memiliki legenda yang menarik. Legenda ini mengisahkan tentang seorang biksu Budha bernama Bodhidharma. Setelah tujuh tahun tidak tidur, Bodhidharma merasa sangat lelah. Karena keputusasaan, ia memakan beberapa daun dari pohon teh yang ada di dekatnya. Ternyata, daun teh tersebut langsung membuatnya merasa segar kembali! Meskipun legenda ini tidak diketahui oleh banyak orang pada saat itu, tetapi daun teh yang diyakini menyembuhkan kelelahan Bodhidharma menjadi salah satu alasan mengapa teh mulai dikenal dan dikonsumsi di India.

Perjalanan Teh ke Jepang

Teh tidak merupakan minuman asli dari Jepang, tetapi ada legenda menarik mengenai asal-usul teh di negara yang terkenal dengan keindahan bunga sakuranya ini. Konon, pada awal abad kesembilan, seorang biksu Jepang yang cerdas bernama Dengyo Daishi membawa biji teh dari Tiongkok ke Jepang. Dengyo Daishi adalah orang pertama yang membawa teh ke Jepang, dan dari sinilah teh mulai ditanam dan dikonsumsi oleh masyarakat Jepang. Legenda ini mungkin tidak seindah legenda Tiongkok atau India, tetapi setidaknya memberikan penjelasan mengapa teh tiba-tiba muncul di Jepang.

Masa-masa Awal Teh di Eropa

Mari kita berpindah ke Eropa, tempat dimana teh pertama kali diperkenalkan. Pada awal abad ke-17, pedagang Belanda dan Portugis adalah yang pertama kali mengenalkan teh Tiongkok ke Eropa. Pedagang Portugis mengimpor teh dari pelabuhan pesisir Tiongkok, yaitu Macao, sedangkan pedagang Belanda membawa teh ke Eropa melalui Indonesia. Namun, pada saat itu, teh tidak langsung mendapatkan popularitas di Eropa. Orang Eropa lebih menyukai rasa kopi daripada teh. Hanya segelintir kalangan bangsawan yang mulai menggemari teh. Di Inggris, mereka bahkan menunggu sampai tahun 1652 sebelum memulai perdagangan teh. Ternyata, bangsa Rusia adalah salah satu yang pertama kali menyukai teh. Teh mereka diimpor dari Tiongkok melalui jalur darat menggunakan unta. Pada akhir abad ke-18, ribuan unta membawa teh melintasi perbatasan Tiongkok dan Rusia. Perjalanan romantis unta ini bahkan menjadi inspirasi bagi salah satu jenis teh hitam dari Tiongkok yang dikenal sebagai Russian Caravan.

Perkembangan Teh di Eropa

Pada abad ke-17, teh mendapatkan dukungan dari keluarga kerajaan di Eropa. Pada tahun 1662, Raja Charles II dari Inggris menikahi Catherine dari Braganza, seorang putri Portugal yang gemar minum teh. Catherine mulai meminum teh di istana menggunakan mangkuk dan teko Tiongkok yang transparan dan cantik. Tentu saja, para bangsawan di istana segera mengikuti tren ini. Teh yang sebelumnya sudah mahal, sekarang menjadi minuman yang eksklusif. Bagi para bangsawan yang ingin menunjukkan kekayaan dan status sosial mereka, teh jadi primadona. Di Inggris pada abad ke-18, minum teh adalah sebuah acara yang sangat seremonial. Daun teh yang berharga seringkali disimpan dalam kotak yang terkunci, dan hanya ada satu kunci untuk membukanya. Sekali atau dua kali seminggu, tuan rumah akan membuka kotak teh tersebut untuk menyajikan teh kepada keluarga sebagai hidangan istimewa, atau untuk mengesankan tamu penting. Porselen halus tempat teh disajikan menunjukkan kekayaan keluarga, sementara kecantikan porselen Tiongkok tersebut menambah kesan seremonial. Kesempatan ini juga digunakan oleh wanita terhormat untuk menunjukkan kulit putih mereka dan bentuk tulang yang halus, yang pada masa itu menjadi ukuran kecantikan seorang wanita.

Masa-Masa Teh di Abad Ke-18

Pada separuh pertama abad ke-18, kehidupan sosial semakin berkembang di Eropa. Kedai kopi mulai digantikan oleh kebun teh. Kebun teh seperti surga bagi masyarakat pada masa itu. Pohon-pohon teh yang dikelilingi oleh pemandangan yang indah, jalan dengan pohon-pohon yang diterangi lampu lentera, musik, tarian, kembang api, dan makanan lezat yang disajikan dengan secangkir teh yang nikmat. Kebun teh bukan hanya tempat yang menyenangkan, tetapi juga tempat pertemuan sosial. Di dalam kebun teh ini, orang-orang dari berbagai kalangan, termasuk raja dan rakyat jelata, bisa bersama-sama berjalan-jalan. Konsumsi teh meningkat pesat selama abad ke-19. Semakin banyak orang yang mulai menggemari teh karena alasan yang sama seperti orang-orang Eropa tiga abad sebelumnya, yaitu sebagai alternatif minuman yang enak dan aman untuk diminum. Di negara-negara maju, keinginan untuk mencoba berbagai varian teh juga meningkatkan konsumsi teh. Sekarang, mari kita melihat bagaimana teh mulai diproduksi di India.

Penemuan Teh di India

Dalam abad ke-19, minum teh semakin populer di seluruh dunia. Perusahaan Hindia Timur mencari sumber pasokan teh baru karena Tiongkok memiliki monopoli dalam penanaman teh. Solusinya adalah menanam teh di tempat lain. Percobaan pertama dengan biji teh Tiongkok dilakukan di Assam, India Timur Laut. Namun, percobaan ini tidak berhasil. Tetapi, pada tahun 1820, para ahli botani menemukan beberapa pohon asli yang belum diidentifikasi di Assam. Mereka mengirim sampel daunnya ke London untuk dianalisis. Ternyata, sampel tersebut langsung dikenali sebagai teh – tanaman yang sebelumnya tidak diketahui di India. Inilah awal dari industri teh di India.

Perkembangan Kemasan Teh

Sebelum tahun 1826, teh selalu dijual dalam kemasan besar. Hal ini memungkinkan para penjual yang tidak jujur untuk mencampur teh dengan bahan tambahan lainnya. Pada tahun 1826, seorang pria bernama John Horniman mengembangkan kemasan teh yang sudah tersegel dan dilapisi timah. Namun, para penjual grosir tidak begitu suka dengan kemasan tersebut karena mereka lebih suka mengambil keuntungan dengan cara yang sudah lazim dilakukan. Horniman kemudian mencoba pendekatan yang berbeda. Dia menempatkan pesan-pesan obat pada kemasannya dan menjual tehnya kepada apoteker dan penjual obat. Mereka dan pelanggan mereka jauh lebih menerima pendekatan ini. Teh dalam bentuk kantong juga dikatakan muncul karena kecelakaan. Seorang importir teh di New York bernama Thomas Sullivan mengirim sampel teh kepada pelanggannya dalam kantong sutra kecil. Pelanggan ternyata menyukai kepraktisan kantong teh tersebut, sehingga mereka segera meminta semua teh mereka dikemas dalam bentuk kantong. Setelah 5.000 tahun, produksi dan konsumsi teh terus meningkat. Setiap tahunnya, sekitar tiga juta ton teh dipanen di seluruh dunia. Ada dua faktor yang saat ini mendorong pasar internasional. Di negara-negara berkembang, teh menjadi populer karena merupakan cara enak untuk menikmati air minum yang aman. Di negara-negara maju, keinginan untuk mencoba berbagai varian teh meningkatkan konsumsi teh spesial.

Kesimpulan

Teh memang minuman yang luar biasa dan memiliki sejarah yang menarik. Dari legenda penemuan di Tiongkok, India, hingga perjalanan ke Eropa dan Rusia, teh telah menyebar ke seluruh dunia. Kemasan teh yang inovatif juga telah menjadi bagian penting dalam perkembangan teh modern. Jadi, sekarang kalian tahu bagaimana teh menjadi minuman yang sangat populer. Jangan lupa untuk menikmati secangkir teh yang nikmat sambil tertawa dan menghangatkan tubuh. Cheers!

 

Referensi: Food-Info

Tinggalkan komentar