Panganpedia – Kebutuhan vitamin D dalam tubuh seringkali dihubungkan dengan sinar matahari. Yap, sinar matahari adalah salah satu sumber pro vitamin D yang sangat baik bagi kesehatan tubuh (baca artikel sebelumnya: Yakin Vitamin D Ada dalam Sinar Matahari? Begini Penjelasannya).

Jika Anda bertanya, “Apakah saya mendapat cukup vitamin D?”, maka seharusnya Anda juga harus bertanya, “Apakah saya mendapat cukup magnesium?”.

Antara Vitamin D dan Konsumsi Magnesium

Hubungan antara vitamin D dan magnesium ini ternyata sangat erat. Dalam review terbaru pada The Journal of The American Osteophatic Association, peneliti menemukan bahwa magnesium berperan dalam metabolisme dan aktivasi vitamin D dalam tubuh.

Mohammed Razaque, profesor patologi di Lake Erie College Pennsylvania mengatakan bahwa tanpa magnesium, vitamin D tidak akan optimal diserap tubuh.

Magnesium adalah mineral penting dalam tubuh keempat setelah kalsium, kalium, dan natrium. Mineral ini bertugas mengaktivasi ratusan enzim yang bekerja dalam reaksi biologis, termasuk enzim yang berperan dalam metabolisme vitamin D.

Sayangnya, banyak orang yang tidak mendapat cukup magnesium. Di Amerika, survey nasional pada tahun 2005-2006 menyebutkan bahwa hampir separuh orang Amerika tidak mengkonsumsi magnesium dalam jumlah cukup. Menurut National Institut of Health, jumlah magnesium yang direkomendasikan adalah 400-420 mg per hari untuk pria, dan 310-320 mg per hari untuk wanita.

Penelitian terdahulu membuktikan bahwa mengkonsumsi magnesium dapat mengurangi resiko defisiensi vitamin D. Hasil studi tahun 2013 menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan yang tinggi magnesium beresiko lebih kecil untuk kekurangan vitamin D, dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi cukup magnesium.

Orang yang mendapat asupan magnesium yang cukup akan membutuhkan lebih sedikit vitamin D untuk mencapai kadar vitamin D yang ideal.

Beberapa penelitian juga menunjukkan pengaruh baik magnesium. Konsumsi magnesium yang lebih tinggi ternyata berkorelasi terhadap densitas tulang yang lebih tinggi dan resiko osteoporosis yang lebih rendah. Hanya saja, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah suplementasi magnesium dapat mencegah atau menghambat osteoporosis.

Makanan yang Mengandung Magnesium

Lalu, apa saja makanan yang mengandung magnesium? Makanan yang kaya magnesium adalah almond, pisang, kacang-kacangan, brokoli, kuning telur, minyak ikan, sayur-sayuran, susu, jamur, oatmeal, biji wijen, labu, kedelai, biji bunga matahari, jagung, tahu, dan gandum utuh.

Hal penting lain yang patut diperhatikan adalah besar asupan magnesium. Meski penting, asupan magnesium harus tetap dijaga sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan, yaitu 350 mg per hari untuk dewasa. Konsumsi magnesium yang terlalu banyak dapat menyebabkan diare, mual dan kram perut, bahkan konsumsi yang sangat tinggi dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan serangan jantung.

 

Sumber: The Journal of the American Osteopathic Association

Leave a Reply