Yakin Vitamin D Ada dalam Sinar Matahari? Begini Penjelasannya…

1
783

Panganpedia – Seringkali kita menemui  bayi yang diajak berjalan-jalan untuk mendapat sinar matahari pagi dengan alasan untuk mendapatkan vitamin D. Tidak jarang juga, kita menyebutkan bahwa penyakit rakhitis (yang menyebabkan kaki berbentuk X tau O, red.) disebabkan karena kurang mendapat sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D. Tapi apa benar di dalam sinar matahari mengandung vitamin D?

Vitamin D Ada dalam Sinar Matahari ?

Sebenarnya, sinar matahari tidak mengandung vitamin D. Di dalam tubuh kita, sudah terdapat pro-vitamin D (DHC) yang aktivasinya menjadi vitamin D membutuhkan sinar matahari. Sebelumnya, kita perlu tahu bahwa ada 2 jenis  pre-vitamin D yang dapat berperan dalam aktivasi vitamin D. Pre-vitamin D3 atau cholecalciferol disintesis dari 7-dehydrocholesterol (DHC) yang terdapat dalam kulit dengan paparan sinar matahari UV B, sedangkan pre-vitamin D2 atau ergocalciferol dapat diperoleh dari asupan makanan yang masuk dalam saluran pencernaan (setara dengan pre-vitamin D3 sebagai prekursor dalam aktivasi vitamin D). Sumber vitamin D2 ini  dapat diperoleh dari makanan yang bisa kita konsumsi sehari-hari  seperti hati ikan Cod, susu, kuning telur, ikan laut, dan juga jamur.

Untuk mendapat cukup sinar UV B yang membantu pembentukan vitamin D, apa yang perlu kita lakukan?

Seperti kita tahu, sinar matahari ada yang berjenis UV (Ultraviolet) A dan UV B yang berbeda panjang gelombangnya. Sinar matahari yang berperan dalam sintesis vitamin D adalah sinar UV B dengan panjang gelombang 290-320 nanometer. Sinar UV B ini kemudian diserap oleh kulit, untuk produksi vitamin D. Bersyukurnya kita hidup di Indonesia yang mendapat cukup sinar matahari tiap tahunnya, sehingga untuk mendapatkan sinar UV B kita hanya perlu memaparkan tubuh kita selama 5-15 menit pada sinar matahari pagi, sekitar pukul 6-9 pagi.  Tapi, jangan coba-coba untuk berjemur di bawah sinar matahari pada siang hari yaaa… karena, paparan sinar UV dapat memicu kerusakan DNA dan menyebabkan kematian sel epidermal serta dapat memicu kanker kulit.

Vitamin D berperan penting bagi kesehatan tulang, serta dalam penyerapan kalsium pada lambung dan saluran pencernaan. Selain itu, vitamin D juga berfungsi sebagai hormon, sistem kekebalan tubuh serta turut menjaga fungsi otak dan suasana hati. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis pada anak-anak, sedangkan pada orang dewasa dapat menyebabkan osteomalacia, yaitu pelunakan dan merapuhnya tulang sehingga mudah mengalami patah tulang.

Sudah tahu kan, pentingnya vitamin D dan sinar matahari yang baik untuk pembentukannya… Jangan sampai defisiensi yaaaa…!

 

Referensi:

Wolpowitz, D & Gilchrest, B.A. 2006. The vitamin D questions: How much do you need and how should you get it?. American Academy of Dermatology, Inc:301-317.

1 COMMENT

Leave a Reply