“Belum Lima Menit”: Pakar Ini Teliti Mitos Makanan yang Jatuh ke Lantai

1
353
pasta-tomat-makanan-yang-jatuh-ke-lantai

panganpedia – “Belum lima menit,” begitu istilah orang ketika makanan jatuh ke lantai, lalu cepat-cepat diambil. Istiah ini berasal dari sebuah iklan pada jaman dahulu kala, yang menceritakan bahwa makanan yang jatuh dapat diambil dan dimakan lagi karena produk iklan yang bisa membunuh kuman. Akibatnya, banyak orang yang percaya bahwa makanan yang jatuh dan belum lima menit masih boleh dimakan lagi.

Sementara di luar negeri, terdapat aturan “5 second rule” atau “aturan 5 detik”  yang juga mirip dengan istilah “belum 5 menit”-nya Indonesia.  Nah, apaakah makanan tersebut masih aman dikonsumsi ? Lalu, tergolong yang manakah semboyan itu, mitos atau fakta ?

Salah satu faktor yang sangat penting dalam mengkonsumsi makanan adalah memastikan bahwa makanan tidak menyebabkan penyakit saat dikonsumsi. Meski terasa lezat dan nikmat, tak ada gunanya makan jika setelahnya Anda justru jatuh sakit.

Seorang profesor mikrobiologi dari School of Life and Health Sciences Aston University, Anthony Hilton, melakukan penelitian unik ini untuk membuktikan apakah benar makanan yang jatuh sesaat – kurang dari detik menit – masih aman dikonsumsi.

Dalam penelitian tersebut, sejumlah makanan yaitu roti toast, pasta, biskuit, dan permen dijatuhkan ke tipe lantai yang berbeda (karpet, lantai kayu, dan lantai keramik) dengan waktu kontak dari 3 hingga 30 detik. Pengukuran dilakukan dengan menghitung jumlah bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu adalah faktor signifikan yang sangat mempengaruhi perpindahan bakteri dari permukaan lantai ke dalam makanan. Selain itu, jenis permukaan lantai juga mempengaruhi perpindahan bakteri.

Lantai karpet memiliki perpindahan bakteri yang paling sedikit.

Ditanya mengenai pendapatnya, Profesor Hilton berkata “Mengkonsumsi makanan yang jatuh ke lantai masih membawa resiko infeksi, tergantung pada bakteri apa yang ada di lantai pada saat itu; bagaimanapun, penemuan ini memberikan pencerahan pada masyarakat yang percaya pada ‘aturan lima detik’ selama bertahun-tahun, meskipun tahu bahwa hal itu murni adalah mitos.”

Tak hanya melakukan penelitian, tim Aston juga mensurvei sejumlah orang yang mengetahui paham “belum lima detik”. Uniknya, hasilnya menunjukkan bahwa 87% responden menyatakan bahwa mereka akan memakan makanan yang jatuh ke lantai, atau pernah melakukannya, dimana sebanyak 55%-nya berjenis kelamin wanita.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Dawson dan kawan-kawan (2006) juga mengindikasikan bahwa aturan lima detik itu tidak berlaku untuk makanan. Karena bakteri yang ada di atas permukaan lantai dapat dengan segera berpindah ke makanan yang jatuh dalam hitungan detik. Dengan menggunakan bologna dan roti sebagai sampel serta Salmonella sebagai bakteri, ternyata hampir 99% bakteri sukses bermigrasi pada kedua makanan tersebut.

Jika “aturan belum lima detik” saja sudah nggak berlaku, Bagaimana dengan Anda? Masih mengikuti aturan “belum lima menit” ?

 

Sumber:

  • DOI: 10.1111/j.1365-2672.2006.03171.x
  • www.aston.ac.uk/about/news/releases/2014/march/five-second-food-rule-does-exist/

1 COMMENT

Leave a Reply