Jangan Minum Teh Setelah Makan Sayur, Ini kata Peneliti

0
649
Man drink tea
Credit rod_waddington @ flickr

Panganpedia –  Secangkir teh hangat atau segelas es teh manis terasa nikmat ketika kita meminumnya terutama setelah makan besar. Namun kita sering mendengar bahwa sebaiknya tidak minum teh sesaat setelah makan besar? Benarkah demikian?

Teh merupakan minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun atau tangkai daun yang telah dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh memang dikenal baik untuk kesehatan dan kecantikan. Minuman ini mengandung antioksidan poliphenol yang mampu melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan kerusakan akibat penuaan serta mengaktifkan kembali sel-sel tubuh yang mati.

Baca juga: wedang uwuh, minuman khas jogja

Teh bersifat inhibitor. Apa itu inhibitor? Inhibitor artinya dapat menghambat penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Teh dikatakan inhibitor sebab interaksi polifenol yang terkandung dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi (1). Zat besi yang diperlukan tubuh dapat berasal dari hewan (daging ayam dan sapi) maupun tumbuhan (kacang-kacangan dan sayur-sayuran seperti bayam), yang memiliki perbedaan struktur dan keserapannya dalam tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, poliphenol dalam teh dapat menurunkan keterserapan zat besi yang berasal dari tumbuhan, tetapi tidak mempengaruhi keterserapan zat besi yang berasal dari sumber hewani (2). Seperti kita tahu bahwa zat besi sangat diperlukan bagi tubuh dan apabila kekurangan zat besi dapat menimbulkan anemia.

Baca juga“Kaya Antioksidan tapi Bikin Jerawatan? : Mengupas Manfaat Coklat Bagi Kulit”

Bila makanan yang kita konsumsi lebih banyak mengandung zat besi dari sumber hewani, minum minuman yang mengandung vitamin C seperti jus buah dan minuman jeruk dapat membantu peningkatan penyerapan zat besi dalam tubuh(3). Itulah alasan mengapa sebaiknya tidak minum teh sesaat setelah makan sayur yang mengandung zat besi tinggi seperti bayam dan kangkung. Namun sebetulnya tidak terlalu dilarang juga apabila menu makanan kita bervariasi dan masih mengandung zat besi dari sumber hewani.

Tetapi daripada bingung memikirkan boleh atau tidaknya dan sebaiknya bagaimana, lebih aman kita selalu menerapkan prinsip bijaksana dalam memilih menu makanan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan bagi tubuh. Boleh minum teh, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, tetapi alangkah lebih baik bila kita lebih banyak mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter/hari.

 

(1) Am J Clin Nutr March 2001 vol. 73 no. 3 607-612

(2) J. Nutr. March 1, 2005  vol. 135 no. 3 532-537

(3) Am J Clin Nutr 1991 Vol 53 537-541

Leave a Reply