Panganpedia – Ibu-ibu yang concern terhadap gizi balitanya pasti selalu rajin menyusuri rak-rak susu yang ada di supermarket. Kebutuhan zat gizi si kecil tentu sangat penting bagi pertumbuhannya, sehingga sangat baik jika sang ibu pintar dalam memilih produk susu yang dikonsumsinya. Salah satu istilah asing yang biasa ada di label susu adalah “FOS” dan “GOS”. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan FOS dan GOS? Apa pula pentingnya dalam tumbuh kembang si kecil?

Sebelum kita menginjak kesana, mari kita memahami dulu soal oligosakarida.

Mengenal Oligosakarida yang Bermanfaat

Oligosakarida adalah karbohidrat sederhana yang banyak ditemui dalam produk pangan di pasaran. Bentuk struktur kimia polisakaridanya yang unik membuat senyawa ini tidak bisa dicerna oleh enzim pencernaan manusia. Tetapi, bukan berarti senyawa ini tidak diolah. Oligosakarida dicerna oleh bakteri baik dalam usus besar – Bifidobacteria dan Lactobacillus – sehingga oligosakarida disebut juga prebiotik (penjelasan soal prebiotik bisa dilihat disini).

Di dalam usus besar, bakteri baik tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat “mencerna” prebiotik. Hasil akhirnya adalah Asam Lemak Rantai Pendek, yang meliputi asam propionat, butirat, dan asetat. Hasil produksi bakteri ini akan menurunkan pH dan menghambat pertumbuhan mikroba “jahat” yang berbahaya.

Oligosakarida yang sangat sering ditambahkan ke dalam produk pangan adalah berupa FOS (frukto oligosakarida) dan GOS (galakto oligosakarida). Banyak makanan yang mengandung oligosakarida, misalnya dalam bentuk FOS berupa bawang putih, bawang merah, kacang kedelai, dan asparagus. Beberapa produk makanan pabrikan, salah satunya adalah susu balita, juga ditambahkan FOS dan GOS.

FOS dan GOS pada Susu Bayi

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang kompleks dengan zat gizi yang lengkap bagi bayi. Di dalam ASI, salah satu komponen utama yang penting adalah oligosakarida, dengan kadar 10 g/l oligosakarida netral dan 1 g/l oligosakarida asam. Sangat pentingnya oligosakarida dalam ASI bahkan pernah diteliti bahwa ada 100 struktur mirip oligosakarida dalam ASI.

Lalu, apa pentingnya oligosakarida dalam ASI? Ternyata, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi dengan ASI memiliki saluran pencernaan yang didominasi bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus, sehingga lebih tahan terhadap resiko penyakit yang terkait pencernaan. Efek ini disebut sebagai efek Bifidogenik.

Saking ajaibnya ASI karena oligosakarida ini, maka peneliti melakukan usaha untuk meniru efek biologis ASI ke dalam susu formula. Caranya, adalah dengan menambahkan FOS dan GOS ke dalam susu formula, sehingga akan merangsang pertumbuhan kedua bakteri baik tersebut di dalam saluran pencernaan si bayi. Hasil studi menunjukkan bahwa susu formula yang sudah diperkaya FOS dan GOS dapat meningkatkan penyerapan kalsium, membuat komposisi mikroba fese bayi mirip dengan komposisi mikroba feses bayi ASI, mengurangi resiko infeksi saluran pencernaan, kulit, dan pernapasan bayi. Penambahan prebiotik ini juga dapat menurunkan mikroba jahat dalam usus serta dapat melunakkan feses bayi.

 

Sumber:

Silalahi, J. 2006. Makanan Fungsional. Kanisius. Yogyakarta.

Nuraida, L. Prebiotik Dalam Susu Formula. Food Review Indonesia.

Leave a Reply